kacamata

Kacamata 

kacamata
kacamata


Kacamata adalah material lensa tipis yang dipakai mata untuk digunakan menormalkan serta mempertajam penglihatan (ada yang menggunakan angka serta ada juga yang tidak menggunakan angka). Sekarang selain menjadi alat bantu untuk penglihatan, Kacamata juga sudah menjadi barang pelengkap gaya serta menjadi sebuah alat bantu khusus untuk menikmati beberapa hiburan seperti kacamata khusus tiga dimensi.

Bangsa Cina kemungkinan yang terdahulu kali memakai kacamata seperti kacamata yang lazim dipakai saat ini. Biasanya Kacamata yang terbuat dari lensa yang berbentuk oval sangat besar serta terbuat dari kristal batu dan bingkai dari tempurung kura-kura. Agar bisa memegang kaca itu, bangsa Cina memakai dan menggunakan  dua buah kawat yang diberi pemberat serta dikaitkan dengan telinga mereka atau lensanya diikatkan pada sebuah topi atau menggunakan sebuah kait yang dicantolkan ke pada bagian pelipis mereka sendiri. Bagi bangsa Cina pada saat waktu itu, Kacamatanya hanya bermanfaat digunakan sebagai sebuah jimat keberuntungan dan alat yang diperuntukkan agar membuat mereka terlihat lebih trendi dan berwibawa sehingga kadang mereka hanya menggunakan sebuah bingkai kacamata saja tanpa menggunakan lensa.

Kacamata awal kali dikenal di Eropa pada abad ke 13. Akan tetapi berbeda dengan bangsa Cina, orang Eropa memakai Kacamata untuk menolong penglihatan mereka. Kacamata yang dipakai masih menyerupai dengan kacamata negara Cina yakni terbuat dari kristal batu dan atau batu transparan.


Kacamata Abad 16 di Jerman
Kacamata awal kali  yang dipakai oleh bangsa Eropa hanyalah kaca pembesar yang dipegang menggunakan satu tangan. Setelah itu barulah dipakai lensa kaca ganda yang diberikan gagang agar bisa dikaitkan ke telinga. Lalu, gagangnya pun dihilangkan dan digantikan dengan pita atau tali agar bias diikatkan ke kepala. Untuk beberapa waktu tertentu, orang menggunakan alat kacamata per, yakni sebuah Kacamata yang dijepit menggunakan alat seperti peniti ke atas hidung. Akhirnya, lama kelamaan, munculah ide untuk memakai kawat bengkok yang dikeraskan agar menjadi gagang di telinga.

Lensa yang dipakai pada saat mengoreksi penglihatan sejatinya digunakan oleh seorang yang bernama Abbas Ibn Firnas pada abad ke sembilan. Abbas Ibn Firnas menemukan cara untuk memproduksi sebuah lensa yang amat jernih. Lensa ini sangat bisa dibentuk dan diasah serta dipertajam menjadi suatu batu bulat dan bisa digunakan untuk membaca sehingga hal ini terkenal dengan sebuah istilah yang di beri nama batu membaca.

Pada abad akhir ke tiga belas, akhirnya ditemukan bahwa pemakai kaca sebagai lensa jauh itu lebih baik daripada memakai sebuah batu transparan. Hal ini didasarkan hasil penelitian ilmuan serta sejarawan Inggris yang memiliki nama Sir Joseph Needham. Penelitian itu dimaksudkan untuk menunjukan bahwa sebuah kacamata ditemukan 1000 tahun yang lalu di Negara Cina dan tersebar luas ke seluruh dunia pada waktu kedatangan Marco Polo kira-kira  tahun 1270. Hal yang ini  juga dikatakan oleh seorang Marco Polo didalam sebuah koleksi bukunya itu. Walaupun tidak diketahui kebenrannya secara akurat, akan tetapi banyak orang percaya bahwa seorang tukang kaca lah yang menjadi cikal bakal penggagas hal tersebut.

Sekarang ini, kacamata lazim sekali menggunakan lensa plastik. Hal ini disebabkan sebuah pertimbangan yang sangat teliti yang dimaksudkan untuk melindungi mata si pengguna oleh karena lensa plastik tidak mudah pecah jika dibandingkan dengan sebuah lensa kaca. Selain  dengan kemajuan sebuah perkembangan teknologi yang semakin cepat,pesat dan canggih, lensa kacamata plastik pun diusahakan agar supaya tidak mengalami kejadian pecah berkeping-keping sehingga tidak membahayakan mata sang penggunanya.

Penggunaan Kacamata pada saat sekarang tidak lagi terbatas dan terkhususkan sebagai alat bantu penglihatan saja. Saat ini, kacamata telah menjadi salah satu aksesoris fashion yang turut berkembang sangat pesat. Tidak jarang  kacamata menjadi sebuah gaya khusus bagi seseorang.

Walaupun begitu, Kacamata sekarang ini mulai dirasa merepotkan. Walaupun sangat praktis tidak ribet dan mudah digunakan, akan tetapi kacamata itu juga dirasakan menghambat manusia jika dalam berkegiatan seperti misalnya ketika melaksanakan berolahraga, ketika makan sesuatu yang panas yang menyebabkan lensa kacamata itu berembun, ketika berjalan pada waktu hujan, berenang, atau melakukan kegiatan perpindahan dari tempat satu ke yang lain yang bersuhu cukup drastis misalnya dari sebuah tempat yang dingin sekali ke sbuah tempat yang lebih hangat. Keberadaan lensa kontak yang digunakan untuk membantu penglihatan serta operasi plasik pun mulai menjadi sebuah alternatif bagi pengguna kacamata itu sendiri.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "kacamata"

Posting Komentar